Apa itu Call to Action?

Belakangan ini, banyak sekali berseliweran sharing mengenai Call-to-Action, mungkin ada hubungannya dengan versi facebook fan page terbaru.  Jika menggunakan facebook bahasa Indonesia ada tombol: telepon sekarang! Posisinya tepat dikanan bawah banner fanpage kita.

Call-to-Action sendiri kalau diartikan secara harfiah berarti: Seruan/panggilan beraksi.  Salah satu teori dasar yang dipakai dalam dunia marketing dan sales untuk beriklan biasa dikenal dengan AIDA.  Yaitu singkatan dari Attention, Interest, Desire and Action.  Jadi dalam penulisan sebuah iklan, sebaiknya diakhiri dengan panggilan untuk bertindak (ACTION).

foto taken from google.com

Contoh sederhana kata-kata yang sering digunakan untuk Call-to-Action adalah telepon sekarang, order sekarang, kunjungi kami segera, hari senin harga naik. 😬Dalam sebuah iklan, Call-to-Action merupakan bagian yang sangat mempengaruhi konversi dan menentukan apakah iklan Anda akan menghasilkan atau tidak.

Lantas, bagaimana caranya membuat Call-to-Action yang menarik

foto taken from google.com

  1. Bahasa iklan harus jelas dan tepat.
  • Perhatikan betul-betul bahasa iklan dan gaya bahasa sekaligus.  Sesuaikan dengan target market.  Seperti iklan pepsi, target marketnya adalah anak muda gaul, jadi bahasa yang digunakan juga bahasa sehari-hari.  Menggunakan kata: gue, lo, sebagai sapaan.  Berbeda dengan iklan bank dan asuransi.  Target marketnya adalah orang dewasa dan formal.  Maka menggunakan kata sapaan: Anda.
  • Jelas, sesederhana mungkin. Iklan itu hanya selingan.  Pemirsa iklan akan segera beralih ke fokus lain setelah sekilas membaca/melihat iklan kita.  Jadi jangan gunakan bahasa yang sulit hanya karena dengan tujuan keren.  Jangan juga menggunakan bahasa yang ambigu apabila kamu tidak mau dikomplen buyer karena perbedaan penafsiran nantinya.
  1. Berikan penawaran yang menarik.
  • Biasanya kata-kata: diskon, gratis, buy 1 get 1 bisa menarik perhatian lebih. Siapa sih yang ga suka dikasih hadiah?.. buat penawaran yang cukup menarik dan masuk akal atau realistis.  Bisa berikan sampel produk, voucher, atau apapun yang bisa Anda katakan gratis.
  1. Menggunakan kalimat tanya.
  • Trik ini untuk merangsang keingintahuan pemirsa iklan kita. Kalimat tanya juga lebih komunikatif dan terdengar menawarkan solusi bagi masalah yang mungkin mereka miliki.  Kalimat tanya juga lebih memancing respon dari user.  Sehingga kemungkinan terjadi interaksi dua arah lebih besar.
  • Pertanyaan bisa seputar produk, opini atau bahkan terkait dengan suatu peristiwa tertentu yang baru saja terjadi. Kalimat negatif juga bisa digunakan dan akan sangat menarik bagi mereka yang memiliki masalah tertentu.  Sehingga produk yang kita tawarkan menjadi solusi atas permasalahan tersebut.
  • Misalnya:
    • Siapa bilang ibu rumah tangga yang tinggal di rumah tidak bisa menghasilkan uang?
    • Gimana rasanya pake tas pasaran? Di mall, kantor, pasar samaan dengan banyak orang? Makanya koleksi tas dari @kiosdelima aja, kontak mimin sekarang!
  1. Harus ada batasan waktu!… Kita engga bisa pasang iklan lama2 kan? Budgetnya bowww…. jadi kasih limit waktu untuk segera bertindak. Ingat iklan property yang sangat terkenal sejagad periklanan!  Senin harga naik!… Stimulasi lain, bisa juga dengan hanya memberikan gift untuk 50 pembeli pertama,atau free voucher untuk 50 subscriber pertama. Atau bahkan, jika kita sudah punya fan-base, bisa gunakan kalimat: only for today. Disc 70% untuk yang transfer sebelum jam makan siang!
  2. Selalu akhiri dengan action word. Kata-kata inilah yang menjadi pamungkasnya, pendorong utama mereka untuk segera bertindak.

Setelah semua dilakukan jangan lupa untuk melakukan measurement atau pengukuran.  Iyap, kita tidak akan pernah tahu, Call-to-Action berhasil atau tidak jika tidak pernah menguji dan mengukurnya.  Tips-tips diatas hanyalah saran untuk dapat meningkatkan tingkat konversi teman-teman.  Saya sarikan dari berbagai bahan bacaan, buku, materi seminar maupun workshop serta pengalaman membuat iklan.  Berhasil atau tidaknya, optimal atau tidaknya iklan kita sesungguhnya masih akan tergantung pada banyak faktor lainnya.

Jadi selalu lakukan test-measure ya temans.  Saya sering kali kebibungan ketika ditanya: gimana iklan di fb mba, sukses ndak? Kalau hasilnya bagus, saya mau! Waduh kalau sudah begini saya malah takut menjawabnya apalagi memberikan rekomendasi.  Karena hasil akhir pastilah berbeda.  Buat sendiri ukuran-ukurannya: berapa biaya yang dikeluarkan, coba iklankan, cek konversinya, hitung keuntungan yang didapat dari kampanye tersebut, bandingkan dengan biaya yang sudah dikeluarkan.  Begitu terus, hingga kita mendapatkan formulanya.

Toh, disitu indahnya berbisnis bukan? Berproses! Bukan hanya tentang hasilnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman-teman dan saya tentunya.  Semoga usaha kita semua senantiasa diRahmati Allah SWT.  Aamiin YRA..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*