Berkenalan dengan Peralatan Perlindungan Listrik Rumah Tangga

Beberapa tahun lalu, anak tetangga meninggal karena tersengat listrik dirumahnya.  Tidak ingin bercerita panjang, hanya saja, kejadian tersebut cukup membuat saya ‘takut akut’ dengan listrik.  Apa pun yang terjadi, saya selalu menghindar untuk bersentuhan langsung.  Saya pun sering melarang suami untuk membetulkan sendiri alat listrik, walaupun dia tau.  Bahkan untuk sekedar mengganti bohlam saja. Lebay yaa?… takut cyiinnn.. Untungnya sudah ada tongkat pemasang bohlam ya.. dan sudah banyak toko yang menjualnya…

Menghindari listrik tentunya bukan solusi, karena kita saya tidak bisa hidup tanpa listrik. Bahkan saya sangat takut gelap.  Pengetahuan tentang bagaimana melindungi rumah dan keluarga dari bahaya listrik tentunya sangat dibutuhkan.  Terutama bagi kita, sebagai ibu, istri, yang lebih banyak berada di rumah.

Akhir pekan ini, saya berkesempatan berkenalan lebih dekat dengan schneider electric (baca: snaider).  Schneider adalah perusahaan electricity asal Perancis yang sudah ada selama 43 tahun dengan 4.500 pegawai.  Fokus utama perusahaan untuk konsumen rumah tangga adalah perlindungan keamanan listrik rumah tangga.  Perlindungan! inilah kata kuncinya. Diawal sharingnya, Frankco Nasarino selaku Product Marketing Partner Retail Business  Schneider Electric Indonesia, berkisah mengenai bahaya listrik di rumah.  Beliau menjelaskan pagar listrik pada area penampungan gajah way kambas, dialiri listrik 2.200, daya tersebut cukup untuk membuat gajah mati seketika.  Bagaimana dengan rumah kita?.. kalau tidak salah, daya listrik di rumah saya pun 2.2000 ya.. kok jadi (makin) serem.

display-produk

Beberapa produk Schneider untuk Rumah Tangga

display-produk-2

Lampu tenaga surya

Ternyataaa per 28 september, sudah terjadi 84 insiden kebakaran di area tempat tinggal dengan berbagai penyebab, kasus paling banyak adalah konslet.

Instalasi listrik pada rumah tangga, biasanya sudah dilakukan oleh developer/pengembang.  Ada baiknya, sebagai pemilik sekaligus penghuni untuk mengetahui dan mengenal seluk beluk instalasi listrik rumah kita sendiri.  Peran sangat penting dalam instalasi listrik rumah dipegang oleh MCB (Miniature Circuit Breaker).  Produk ini biasanya sudah disediakan oleh PLN.  MCB standard sudah aman namun blelum memiliki perlindungan.  MCB inilah yang biasanya ‘anjlok’ atau ‘ngejepret’ (bahasa apa nih -_-” ) ketika listrik kelebihan beban serta terjadi hubungan singkat arus listrik.  Ketika sedang melakukan perbaikan alat listrik sebaiknya MCB dimatikan, memutuskan aliran listrik dari tiang listrik kedalam rumah tangga.

Selain MCB, ada pula ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker).  ELCB ini berfungsi sebagai alat tambahan mengatasi bocor listrik, sebagai perlindungan.  ELCB ini mencegah mengalirnya arus listrik yang bocor/gangguan ke badan manusia atau sesuatu yang dapat menyebabkan kebakaran.Jadi ELCB ini perlu ditambahkan dalam instalasi listrik rumah tangga.

Arus bocor yang ternyata tidak dapat diatasi oleh MCB seperti arus listrik yang keluar dari kabel yang terkelupas karena gigitan tikus, atau pemasangan stop kontak yang tidak tepat.  Seberapa besar bahaya arus bocor?  Besaran arus 30 mA (mili ampere) sudah cukup berbahaya, dapat menyebabkan kontraksi otot dan paru. 30 mA itu setara dengan 30/1000 loh sedangkan aliran listrik di rumah kita setidaknya 1300 kan *nah loh

Nah, inovasi teranyar dari Schneider Electric adalah produk RCBO (Residual-current Circuit Breaker with Over current Protection).  Merupakan MCB dan ELCB dalam satu produk yang berfungsi sebagai proteksi terhadap arus bocor serta hubungan singkat/korsleting.  RCBO dirancang lebih ramping, sehingga juga dapat menghemat tempat dalam Box MCB.  Canggih kaann… ^_^

RCBO sangat disarankan untuk wilayah-wilayah lembab seperti kamar mandi, dapur, juga kolam renang (kalo punya ^_^).  Kenapa? karena air adalah penghantar listrik yang sempurna.  Lalu berapa banyak RCBO yang harus dipasang? tergantung daya atau KWH rumah kita.

RCBO

Penampakan RCBO

Mengenai kualitas produk, kita tidak perlu khawatir.  Schneider memberikan jaminan keselamatan untuk semua produknya baik MCB, ELCB dan RCBO, serta sudah berlabel SNI.  SNI ini tidak hanya diterapkan pada proses produksi juga pada kinerja perusahaan secara berkesinambungan.

Selain berbagi pengetahuan tentang produk, saya juga sempat mencatat beberapa tips dan pengetahuan dasar mengenai perangkat instalasi listrik serta cara menanganinya.

Tips

  • Biasanya kita sering menggunakan colokan tambahan seperti T atau akrab disebut terminal pada 1 stop kontak, hal ini cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kelebihan beban.. Apabila tidak tercolok dengan sempurna bisa menyebabkan bunga api yang berakhir dengan bencana kebakaran.
  • Kontak sekring yg baik bisa saja meleleh tetapi harusnya tidak menyebabkan kebakaran, itulah mengapa, sekring harus SNI.
  • Sangat tidak dianjurkan untuk sembarangan membongkar MCB box.  Pastikan petugas/tukang listrik sudah tersertifikasi.
  • Baik colokan listrik bertegangan atau tidak, tetap jangan telanjang kaki. Gunakan sendal karet atau kain.
  • Gunakan punggung tangan untuk ngecek agar refleks kita menarik tangan kearah tubuh.  Jika kita ngecek dengan menggunakan cara menjepit (jari telunjuk dan jempol), sangat berbahaya karena refleks akan makin kencang menggenggamnya.. malah makin susah lepas deh…
  • Cara mengetahui daya di rumah. Pada MCB tertera C4, C6, C10.  C6 x 220 = 1.320, artinya 1300 watt. C10 x 220 = 2200 watt.
  • menurut standard nasional, instalasi listrik di rumah, harus diganti setiap 10 tahun.

Agar lebih mengenal MCB,RCBO box secara intens *ceileehh diadakanlah games seru.  Peserta dibagi beberapa kelompok, merangkai kabel-kabel ke MCB dan RCBO mengikuti petunjuk di brosur.

Pengetahuan baru (lagi) yang saya dapat dari games ini adalah:

  • Kabel biru untuk kabel bertegangan tinggi.  Jadi harus extra hati-hati.
  • Menggunakan obeng, putar ke kiri untuk membuka.  Putar obeng ke kanan (searah jarum jam) untuk mengencangkan.

Tanpa diduga kelompok saya menang loohh… Pemenang dinilai dari cepat dan benar.  Sangat semangat karena hadiahnya voucher belanjar yeaayyy *jogetjoget

menang games

Diakhir acara, sambil ngopi atau ngeteh cantik, diumumkan juga pemenang live tweet dan instagram.  Serta lomba tas doraemon.  Lomba terakhir ini seru banget, emak-emak banget.  Urukuran tas boleh kecil maupun besar, namun isinya tetap buanyaakkk dan macem-macem. ^_^

foto-rame-schneider

Berikut ini kontak dan Customer Service Schneider Indonesia ya:

Customer Care Center (Jakarta):
Hotline. 1500055
Fax. (62) (21) 750 4415-16
Email: customercare.id@schneider-electric.com

40 thoughts on “Berkenalan dengan Peralatan Perlindungan Listrik Rumah Tangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*