Fashion club event: keke collection

Acara fashion club bulan ini adalah kunjungan ke produsen keke.  Produsen gamis dewasa dan anak.  Namun, kami spesifik mengunjungi tempat produksi pakaian anak, baik gamis maupun koko anak.

Keke mulai dipasarkan pada tahun 2006, perjalan bisnis selama 6 tahun tentunya sangat menarik, naik-turun, jatuh-bangun dinamika usaha.

5 buah ruko 2 lantai digerbang komplek pura menyambut kni dengan cerahnya. Ya, seluruh bangunan ruko ini dicat kuning – coklat, sesuai dengan logo warna keke.  Cerah dan bersahaja, itulah kesan pertama saya.  Sayang, ibu Tika, owner keke tidak dapat menemani kami daoam kunjungan ini.  Kepala pra produksi, mba Tina dan kepala produksi, mba Desi yang ditugasi untuk menceritakan seluk beluk produksi mereka.

Hal pertama, tentu saja membuat pola.  Pembuat pola diberi jatah 1 ruang ruko khusus. Pekerjaan ini memang menuntut konsentrasi tinggi, karena beliaulah yang menerjemahkan sebuah desain menjadi pakaian.

keke-1

Kemudian, pola “digelar”, di ruko sebelahnya.  Mesin potong mereka cukup memadai, sekali jalan, langsung memotong 300 kain.  Hebat!

keke-2

Selanjutnya, kain2 ini dibawa ke lantai 2.  Dari ke 5 ruko ini, diatasnya tersambung… disinilah 200 penjahit menyatukan potongan-potongan pola.  Wuih, saya sangat terkesan.  Sistem yang diberlakukan adalah borongan dengan team.  1 team terdiri dari 2 penjahit. Tiap team menjahit 1 stel langsung.  Misal: rok, blouse, bergo serta aksesoris untuk stel anak perempuan.  Atau celana, baju koko, peci, sorban untuk stel anak laki-laki.

keke-3

keke-4

Penjahit2 ini hanya mengerjakan jahit, obras bagian lain lagi. Setelah proses jahit menjahit selesai seluruh barang dibawa ke bagian QC. Lokasinya terpisah. Dibagian belakang komplek ini.

Untuk proses bordir, mereka masih makloon. Ceritanya, makloon bordir mereka berkembang seiring dengan perkembangan keke. Awalnya hanya memiliki 3 mesin bordir, sekarang sudah 11 mesin.

Proses qc meliputi: pengecekan kerapihan jahitan, kelengkapan model – misal berkantung 2, kerusakan bahan, lipitan baju, dll.

Setelah lulus qc, proses selanjutnya adalah membersihkan benang. Benang bekas bordir maupun benang2 lainnya. Kerjanya ngapain? Ya guntingin benang yg berada ditempat yg tidak seharusnya🙂

keke-5

Selanjutnya lubang kancing dan pemasangan kancing. Ini menggunakan mesin juga. Sungguh efisiensi waktu. Mesin pasang kancing ini hanya butuh waktu 10 detik, sementara pemasangan manual bisa membutuhkan waktu 3-4 menit.

keke-6

Selanjutnya tahap setrika, menggunakan setrika uap. Hmmm saya sempet berfikir: ibu2 yg menyetrika apa ga dehidrasi? Yah well saya ngaku, nyetrika adalah pekerjaan rumah yg amat sangat saya hindari… kecups buat tukang setrika #eh

keke-7

Setrika selesai, seluruh produk ini dipasangkan label dgn loop, dimasukan palstik dan siap meluncur ke distributornya.

keke-8

Jalur penjualan keke memang melalui sistem keagenan. Di kantor pusat, mereka tidak melayani para agen maupun reseller, hanya distributor. Mereka menjaga ketat sistem keagenan ini ya…

keke-9

Sisi buruknya, saya gagal belanja😦

Foto bersama ^_^

Foto bersama ^_^

 

One thought on “Fashion club event: keke collection

  1. Pingback: Dua Kodi Kartika – Permata Suri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*