Pondasi bisnis

Bisnis adalah kendaraan yang paling KEREN, yang dapat membantu pemilik bisnisnya untuk  mencapai 2 TUJUAN HIDUP:

1. Kebebasan Finansial plus 2. Kebebasan Waktu)  taaapiiiii Jika dibangun dan di bentuk dengan CARA & LANGKAH yang BENAR.

Memiliki visi, misi dan goal setting merupakan dasar fondasi bisnis. Di tahap awal membangun sebuah bisnis diperlukan TUJUAN yang JELAS dan SPESIFIK!

Pertanyaan mendasar yang pernah dilontarkan oleh salah seorang mentor bisnis saya, ketika di awal saya memulai ‘karir enteprenuer’. Ketika meninggal dunia nanti, kamu mau dikenal sebagai siapa?

Jadi, visi hidup sebaiknya sejalan dengan visi usaha.

Secara teori visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan2 perusahaan, dan apa ayng harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa mendatang. Visi harus berorientasi kedepan.  Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini.  Sebuah bentuk ekspresi kreatifitas serta berdasarkan prinsip & nilai yang mempunyai penghargaan bagi masyarakat.

Kembali ke tujuan bisnis, kebebasan financial, artinya memiliki cashflow yang cukup untuk beli property, logam mulai, kendaraan, saham dan asset fisik lainnya.  Jangan sampai terbalik yaa!..  jangan sampai menjual asset untuk menutupi hutang usaha :'(

Cara membuat visi yang paling sederhana melalui DREAM, kemudian benchmark.  Dreamnya jangan ditahan-tahan, biarkan mengalir, nanti ketika membuat goal baru deh di ‘rasionalisasi’ heehehhe..

Apa jadinya jika kita tidak punya visi & misi? kemungkinan besar kita tidak akan beranjak kemana-mana.  Ibarat mengendarai mobil, ketika tidak punya tujuan, akankah kita beranjak keluar dari garasi? jika iya, akankah kita pergi jauh dari area rumah?.. Juga ibarat membangun rumah/bangunan.  Ketika kita tidak punya blueprint atau setidaknya tidak tau akan membangun gedung berapa lantai? sebesar apa? bagaimana bisa mulai membangunnya?..  Pondasi dibangun menyesuaikan dengan besar/tingginya bangunan.  Begitu pula pondasi bisnis, jika ingin besar, kita harus membangun pondasi yang cukup kuat untuk mendukung bisnis kita.

Pilih bisnis yang sesuai passion, agar bisa dicintai, dinikmati dan insyaAllah berkah.. aamiin.. Passion di industri apa? kuliner, fashion, property, edukasi, jasa dan lain2.  Banyak coach/mentor bisnis ‘memaksa’ pebisnis pemula untuk fokus pada satu bisnis saja.  Nah ketika harus memilih mau berbisnis apa, menurut saya, baiknya ikuti passion kita.  Karena tiap industri memiliki karakternya sendiri, membutuhkan ilmu mastery yang berbeda-beda.  Saya sendiri memilih fashion bag.  Karena sangat tertarik dengan bidang itu.

Setelah yakin dengan passionnya, tentukan akan berada di posisi apa dalam industri tersebut?.. bisa menjadi produsen, distributor atau retailer.  Saya bukan orang produksi, njelimet dan pusing.. saya adalah marketer, makanya saya memposisikan KiosDelima sebagai perusahaan fashion distribusi dan retail.  Sampai disini, menurut saya masih mengikuti passion dan kondisi owner.

Beberapa kondisi yang dapat dijadikan perhitungan dalam memilih posisi usaha kita dalam sebuah industri adalah

  • Profitabilitas, posisi mana yang bisa kasi keuntungan terbesar?
  • Tingkat persaingan usaha
  • Kapasitas manajemen kita
  • kontribusi terhadap pendapatan
  • potensi pasar
  • resiko
distributor & retailer fashion bag

distributor & retailer fashion bag

Inti dari bisnis adalah PELANGGAN.  Satu hal yang harus selalu diingat, bahwa segala kegiatan bisnis kita hanyalah berfokus pada satu kondisi yaitu

MEMENUHI KEBUTUHAN & KEINGINAN PELANGGAN.

Ini yang biasa disebut market oriented!.. iyap, jangan sekali-kali membuat produk yang ga dibutuhin atau bahkan yang diinginkan.  Sebelum membuat produk ada baiknya tentukan dulu siapa pembelinya?

Kenapa harus kebutuhan dan keinginan? apakah harus keduanya?

IYESSSS

misalnya kita laper ya.. untuk memenuhi kebutuhan makan kita, nasi dengan telor ceplok aja cukup dong?.. tapi sayangnya kita ga puas tuh.. ada keinginan yang harus dipenuhi juga.  Pingin makan bakso, bakso enak yang di mall xxx.  Ternyata, usaha kita dalam memenuhi keinginan lebih besar daripada hanya sekedar memenuhi kebutuhan.  Nah, ini bisa merupakan peluang yang harus ditangkap oleh seorang pebisnis.

Kesimpulan:

  1. Susun visi, misi dan goal usaha; jelas dan spesifik.
  2. Fokus pada usaha yang telah dipilih, ikuti passion.
  3. Jadilah pebisnis yang market oriented! kenali pelanggan, penuhi kebutuhan dan keinginannya.

2 thoughts on “Pondasi bisnis

  1. Pingback: Business Model Canvas – Permata Suri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*