Legalitas UKM dan Birokrasi, bikin baper.

Beberapa hari belakangan ini, social media maupun televisi, dihebohkan dengan berbagai berita, produk makanan bayi yang tidak legal.  Ada juga media yang dengan ‘tega’nya mengatakan produk makanan bayi palsu.  Menjadi heboh karena tuduhan tidak tanggung-tanggung:

  1. Mengedarkan makanan bayi tanpa ijin
  2. Produknya mengandung bakteri ecoli diluar ambang batas, yg bisa mengakibatkan gangguan pencernaan.

Saya menulis postingan tentang ini, karena, I fell You, pak.  Been there..! Saya merasakan, bagaimana susahnya ketika kita, para ukm, ingin membesarkan usaha dengan memulai mengurus surat perijinan.  Namun, selalu terbentur dengan rumitnya birokrasi, besarnya biaya pengurusan yang ‘tidak resmi’, lebih lagi, harus berhubungan dengan oknum.  Salah satu pengalaman saya berhubungan dengan pengurusan legalitas sudah pernah saya curahkan dalam tulisan: Pengurusan SIUP

Sebetulnya, kejadian ini sudah sering kita dengar ya.  Tetapi apa yang dihadapi produk makanan bayi ini tergolong hebat.  Dalam tahun ini saja, saya, sudah mendengar cerita dari 5 rekan ukm, yang produknya ditahan atau segel oleh BPOM.  Bayangkan kerugian yang teman-teman derita?…   Namun, hanya beliau (pak lutfiel) yang mau mem-blow-up.  Siapa yang sanggup? ketika menjadi viral, melihat pabrik yang sudah kita rintis sejak kecil disegel, produk disita kemudian dimusnahkan.  Kalau saya harus menghadapi hal tersebut, mungkin sudah pingsan.

Bebiluck UKM yang memulai dari nol, tumbuh menjadi mikro, kecil lalu 6 tahun kemudian jadi menengah. Hanya karena urusan ijin yang berbelit lalu jadi korban dan di blow up negatif oleh media.  UKM berusaha untuk tumbuh dan tidak menyusahkan pemerintah, bahkan kami, menolong dengan menciptakan lapangan kerja,  mengurangi angka pengangguran. Ciri yang sangat khas dari UKM itu kan pengennya usaha lancar, dapat uang pelan-pelan untuk memperbaiki dan membesarkan usaha.  Kalau harus langsung mengurus segala ijin kelengkapan usaha, dari mana uangnya?… Pada akhirnya hanya korporasi besar yang mampu.

UKM harus taat aturan, Saya Setuju! UKM harus mengurus legalitas, Saya Setuju!  Namun, karena pengurusan legalitas yang mahal, panjang dan berbelit.  Inilah yang menyurutkan langkah untuk menyegerakan mengurusnya.  Harapannya sudah sangat minim loh, hanya tidak dipersulit, bahkan tidak berani berharap dipermudah.  Jangan Persulit Kami.  Saya sangat berharap, kejadian ini menjadi momentum tepat untuk menuju transparansi perizinan dan pemerintahan bersih.  Era teknologi seperti ini kok, kalau mau berubah pasti mudah.  Jangan melulu bikin baper sampe sesegukan lanjut pengsan. -_-”

Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*