Ngider Jakarta: Kota Tua

Sabtu, 7 maret 2020

Ini kali ke dua kami ngider jakarta mengikuti itinerary #darihaltekehalte

Mengunjungi mall bagi saya, yang engga punya kantor, itu kegiatan weekdays! Belanja mingguan, bulanan, arisan, hangout, nonton, maksibar, sampe urusan perbankan & investasi pun di emol.. lah masa weekend kesitu lagi? Bukan “break” dong..

Apresiasi utk akun ini yg kasih ide menyusuri Jakarta dgn transportasi publik dan tempat makan disekitaran halte atau stasiun.. Sungguh membantu, jalan-jalan hemat, murah dan pastinya meriah.

Pameran omnia jadi tujuan utama sabtu sore lalu.. ga bisa bilang kalau ngerti apalagi nge-fans sama karyanya leonardo da vinci sih.. hanya penasaran aja.. nge-fans nya malah sama novel Dan Brown si novelis fenomenal, yang sangat detail ketika menggambarkan setiap objek, tak hanya karya seni seperti lukisan dan patung juga karya2 arsitekrutural. Ternyata pameran ini diselenggarakan untuk mengenang 500 tahun kematian Master Renaissance, Leonardo da Vinci.

Lukisan the last supper

Lukisan yang dipamerkan ini memang bukan karya asli. Lukisan yang dipamerkan adalah reproduksi dengan teknologi khusus yang dibuat sangat menyerupai serta dalam ukuran yang sesungguhnya. Dua mahakarya yang sangat terkenal diseluruh dunia tentu menjadi objek yang paling ramai dikunjungi. The last supper, yang ternyata ukurannya sangat besar. Sebesar tembok museum bank loh! Dan lukisan Mona Lisa.

Lukisan Monalisa

Setelah mengagumi lukisan2 amazing itu lanjut muterin museum bank mandiri dong.. menarik, jd belajar banyak tentang peralatan perbankan dari masa – ke masa. Seperti brankas, mesin hitung, mesin pencetak nomor rekening bank dan lainnya. Sayang informasi sejarahnya kurang lengkap dan urut. Semoga bisa menjadi masukan kurator atau pengelola museum Bank Mandiri.

Next stop seharusnya nongkrong sore di kedai kopi @joinxjeeracoffee lokasinya pas sebelah museum keramik, kawasan kota tua.. tapi penuh banget euy.. tampaknya dipenuhi jamaah DKHK juga Karena memang coffee tersebut masih ‘viral’ di sosial media.

Akhirnya kami memilih selonjoran duduk2 ditengah2 lapangan fatahillah sambil dengerin akustik seniman jalanan.. musiknya oke2 juga.. Duduk2 sambil menikmati semilir angin sore & cemilan. Sangat bersyukur cuaca Jakarta cukup cerah sore itu.

Dari stasiun kota, kembali naik commuter line menuju stasiun tebet.. Tujuan berikutnya tentu saja makan malam dong… Dinner di japanese street food @tanpopojkt jadi pilihan. Kebetulan mereka memang baru buka jam 6pm till midnight.. Karena kalau menyengajakan keluar diatas jam 6 sore menuju tebet tentu entah kapan akan terlaksana hahahahah… pilih meja yg deket jalan raya.. iga & lidah sapi plus cumi adl menu pilihan kami Menemani kami menikmati angin & suasana malam Jakarta yang masih ramai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*