One day trip: Cirebon

Sabtu, 29 Februari 2020. Weekend sweet escape: Cirebon.
.
Beberapa tahun lalu sudah pernah ke cirebon, naik kereta Cirebon – Express, seru! Kemarin nyobain jalan toll baru, road trip ala-ala ceritanya. Seperti biasa, berangkat paginya kami, jam 6 udh juara jam 8an masih sarapan di rest area bekasi, sembari nunggu teman lain. Convoy. Ternyata karena titik pointnya rest area bekasi, jadi gagal nyobain tol layang Cikampek. Nanti arah pulangnya harus cobain lewati tol ini. Dari rumah, langsung masuk tol kukusan (tol baru juga) – jagorawi – dalam kota – bekasi. Sudah lama engga bawa mobil ke Jakarta ya… Ternyata tarif tol nya amit2 mahal bangeettt…

Tol kukusan 9.000
Tol jagorawi 7.000
Tol dalam kota 15.000
Dari depok sampai Cawang saja sudah menghabiskan biaya tol Rp. 31.000!

Sudah paling benar kalau Depok-Jakarta naik commuterline aja. Sampai kota hanya Rp. 5.000, sampai Sudirman Rp. 3.000. Paling hemat dan cepat!

ALhamdulillah walau akhir pekan, tol cukup lancar. Sesuai harapan, perjalanan hanya kurang lebih 3 jam. Jam 11 sampai kota cirebon. Langsung brunch yaitu menyantap empal gentong. Warung2 empal gentong sangat banyak, di kiri-kanan, luas-sempit, ramai sangat -tak berpengunjung. Mungkin seperti nasi uduk di Depok gitu. Bertebaran.

Rekomendasi paling banyak tentu saja empal gentong H. Apud. Namun, kali ini kami mencoba tetangganya, empal gentong amarta. Sama enaknya, tapi lebih nyaman. Tak terlalu pikuk. Lokasinya betul-betul sebelahan. Tapi parkirannya sempit. Kalau untuk rombongan menggunakan bis tentu saja tetap harus ke empal gentong H. Apud.

Selesai makan, adzan dzuhur. Masjid raya cirebon tepat di tengah kota, dengan menara mesjid menjulang. Sayang siang itu penuh sekali. Tidak ada tempat parkir. Di pinggir jalan pun penuh.

kesultanan cirebon


.
Ternyata di kota sekecil cirebon, terdapat 3 kerajaan! Kami mampir kesultanan kecirebonan. Ini kerajaan termuda, didirikan pada abad 18. Khas budaya lokal, cerita2 klenik tentu diselipkan. Wayang yang terbuat dari kulit orang? tentu saja bikin geger? Hhmmm. Menurut guide lokal, semua kesultanan pasti bergandengan dengan mesjid. Di halamannya tumbuh beberapa pohon besar, adem. Masih menurut beliau, masih ada pohon yang ditanam sejak Sultan pertama. hhmmm, sudah lebih 100 tahun umur pohon tersebut. Menarik!

Terlalu banyak list kuliner, tak buang waktu lanjut ke pinggir kota utk nyicip: mie koclok pak rasita. Kedai rumahan ini sangat bersahaja. Bukan dipinggir jalan besar. Didalamnya berjejer kursi engklek di teras. Didalam rumah ada juga pilihan untuk duduk lesehan. Hommy banget ya! parkir mobil cukup memadai, mungkin bisa menampung sekitar 4 mobil. Terlambat sedikit sudah kehabisan. Di depan kedai mie ada warung surabi. Toping Surabi unik juga, yaitu surabi kacang kedelai hitam. Ini ampas kecap, katanya. Gurih, agak pedas. Enak.

Hari masih sore, sudah mulai hujan. Kami melipir ke galery batik trusmi. Iya dong, sudah sampai Cirebon masa iya engga belanja batik. Sudah banyak perkembangan sejak terakhir saya kesini. Koleksinya makin bagus, harga makin variatif. Area parkir makin luas. Untuk bus-bus besar serta kendaraan pribadi. Sudah ada restoran serta museum batik juga. Cukup lama kami disini agak panik sih! Banyak yang kecantol.. untung sizenya ga ada #eh. Tenang, masih ada thamrin city

Last stop, mau nasi jamblang, sayang sudah habis, tutup. Sebagai fans ayam goreng garis keras! Ayam goreng bahagia pun tak masalah! Ayam kampung goreng, sambal terasi, pepes ati ampela sempurna sebagai menu penutup hari. Eh engga yakin juga sih sudah penutup. hahahhaah

Sekitar Jam 22.00 keluar kota cirebon, langsung blass di tol, convoypun terpisah. Di KM 101, mampir ngopi dulu sebentar. Untungnya selalu sedia tumbler di mobil. Cek aplikasi, yeay starbuck ada promo buy 1 get 1. Sambil ngelurusin badan, peregangan, selonjoran, menyesap kopi favorit. Sunggu penutup yang indah.

Next mau road trip kemana kita?..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*