Weekend sweet escape: Anyer, Banten

Tahun ini, sungguh padat sekali, banyak banget long-weekend yang kami lewati begitu saja tanpa travelling.  Pasca gagal IVF semerter awal tahun ini, terus terang aku jadi down banget.  Diajakan travelling rasanya maless banget.. Susah banget move-on-nya.

Namun, tahun ini sudah hampir berakhir, just left two months.  Rasanya aku harus segera ‘memperbaiki’ mood.  So, we planned to go to Anyer, Banten.  Yang deket aja, toh kami juga ga punya banyak waktu senggang sebetulnya.  Aku dan Iman, sama-sama terbiasa menyibukkan diri dalam pekerjaan, daripada mellow.

Pilihan kami jatuh pada Aston Anyer Beach Hotel.  Hasil review di tripadvisor sih bagus banget.  Hotel ini juga tergolong baru.  Kami ga suka dengan hotel lama.  Lebih baik star hotelnya rendah tapi baru daripada hotel lama.  Ga begitu suka dengan suasana hotel lama yang kebanyakan kasih kesan tradisional, jadul dan gelap.  Mungkin maksudnya ‘remang’ yaa.. tapi aku betul-betul ga suka gelap.  Candle light dinner is never working on me!

Suka banget dengan desain hotal yang minimalis, simple dan modern.  Biasanya hotel-hotel dengan desain seperti ini, memberi kesan terang, light dan chic  Order via online, sempet mencatat juga beberapa tempat makan yang akan kami kunjungi.

Sayangnya, Banten sebagai lokasi wisata tidak dikelola dengan optimal.  Selain pantainya, yang juga tidak dikelola oleh pemerintah setempat.  Minim tempat wisata.  Padahal anyer sudah dibangun sejak jaman belanja ya.. Ada tugu Nol Kilometer: Anyer – Panarukan yang merupakan saksi sejarah.  Sisa-sisa benteng ketika mempertahankan tanah air dari serangan portugis.  Juga pelabuhan Banten lama yang sudah ramai sebagai lalu-lintas perdagangan sejak tahun 1500-an.  Sayang banget ya??

So, ketika anyer menjadi pilihan; hotel bagus, nyaman plus fasilitas harus menjadi pilihan.. Tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi, leyeh-leyeh di kamar hotel, main-main di private beach plus swimming pool menjadi agenda kami selama berlibur.

Berbeda ketika kami mengunjungi tempat dengan banyak spot wisata, seperti Bandung, Bali misalnya.  Hotel yang murah-murah aja.  Karena biasanya hanya untuk istirahat, tidur dan mandi. ^_^

Berangkat dari rumah rencananya subuh, tapi apa daya gagal lagi.  Hahahahahahah selama perjalanannya engga naik pesawat pagi, hampir bisa dipastikan jadwal kami akan molor.  Malemnya malah memilih untuk nonton mid-night di bioskop coba!

Sekitar jam 12an kami baru lewat Cilegon.  Sekitar jam 1 lewat akhirnya kami mampir ke restoran Muaro, letaknya pas diseberang Mercusuar Cikoneng yang terkenal dengan titik Nol Kilometernya.  Restoran ini cukup mendapat bintang bagus dari para netizen.  Harganya bisa masuk kategori murah, rasanya juga enak.  Tepat banget disebelah sungai.  Mungkin itu sebabnya dinamakan Muaro, karena letak rumah makan ini dekat dengan muara sungai yang berujung di laut Anyer.  Tempat makannya terbuat dari balai-balai bambu. Buat yang mencari suasana berbeda, di sini bisa menjadi alternatif.  Kami memesan: kepiting dan ikan untuk setengah dimasak saos padang, sisanya dimasak saus tiram.  Plus tumis kangkung. Minumnya? yaa air kelapa muda doong…

 

Perut kenyang, langsung menuju hotel.  Sayangnya untuk kamar dilantai dasar sudah full, jadi kamar kami dilantai 3, beach view.  Kamarnya nyaman banget, ada balkon, walaupun kecil, cukuplah untuk duduk ngobrol berdua sambil menikmati suasana pantai.  Masih hari kamis, jadi belum terlalu penuh hotelnya.  Sore, main air di kolam dan pantai.  Lanjut sampai cape!

Setelah mandi, bersih-bersih.  Keluar hotel sebentar untuk cari camilan dan minuman segar.  Banyak alfa maupun indo disini, jadi aman!.

Sepertinya semua kamar terisi, pagi ini sarapan cukup ramai.  Tetapi setelah jam 9, blas langsung sepi lagi.  Enaknya sehotel dengan orang-orang kantoran yang kesini untuk meeting tuh gini ya… Di kolam hanya ada 2 pasangan niy.  Tetapi sayang, ga bisa berlama-lama karena turun hujan.  Sholat jumat, di lantai paling atas, kata Iman sih, seperti function room yang disulap menjadi mesjid untuk sholat jum’at aja.   Syukurlah engga perlu jauh-jauh dan repot untuk sholat.

Makan siang hari ini kami nyoba rumah makan Ikan Bakar Abah Juned.  Pesen ikan 2 macem, sayur.  Minumnya lagi-lagi kelapa muda!.  Aku emang doyan banget kelapa muda, tapi engga dikasi apa2 lagi.  No sugar! jadi langsung minum dari batoknya.  Sukanya yang muda banget, kalau kata orang sih namanya “Cengkir”.  Daging buah kelapanya hampir ga ada.

Oiya, aku harus ingetin niy… Salah satu kekurangan wisata di Anyer juga adalah beberapa rumah makannya terkenal sering getok harga.  Bisa banget tuh seporsi udang dihargai 300rb!.. Makanya aku hanya dateng ke rumah makan yang sudah direkomendasi kan oleh para netizen, dan tetap tanya harga dulu sebelum order ya.

Perilaku pelaku usaha yang seperti ini emang merusak banget.  Pemda setempat harusnya memberikan pencerahan.  Pembelajaran cara mengelola tempat usaha!.  Karena customer yang sesungguhnya adalah mereka yang menjadi pelanggan!  Jadii ya kalau setelah makan, terus sakit hati karena harganya digetok, terus engga mau dateng lagi, malah mengabarkan hal buruk tentang usaha kita.  Ya ga akan lama umur usahanya.

Spending 3 days 2 nights at Aston Anyer Hotel is so memorable.  Bener-bener refreshing deh.  VitaminSea katanya.  Tidur, makan, berenang, mantai, foto2, ngobrol ngalor-ngidul, terus berulang seperti itu selama 3 hari! what a wonderfull life!…

Semua liburan pasti berakhir, jadi jangan pernah bersedih, karena pasti akan selalu ada liburan-liburan seru di tempat lain tentunya.  Semangat kembali ke rutinitas, semangat mencari uang untuk liburan berikutnya.. hahahahahhaahhaahha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*