Wonderfull Dieng ~ negeri diatas awan mendung

Perjalanan kami kali ini seperti agak kurang terencana, bukan tidak exciting tetapi bulan April merupakan bulan yang selalu baik kepada saya, kepada toko saya.  Dari seluruh bulan, bulan April ini selalu memberikan kontribusi omset tertinggi loh! Jadilah kurang persiapan banget… bahkan ketika sudah di kereta, Iman, masih bertanya: kok aq belum baca itinerarynya?…

Menetapkan tujuan ke Dieng pun ga sengaja.. karena tahun sebelum sudah pernah merayakan Aniversary di kota besar, pantai, atau hanya sekedar cek-in di puncak.. nama dieng muncul begitu saja.. Setelah saya browsing sana-sini ternyata lumayan seru dan cukup waktunya walau hanya weekend.

stasiun senen

cetak tiket mandiri @stasiun ps senen

Berangkat dari stasiun senen, kami naik kereta Serayu malam, ini kereta ekonomi, ternyata duduknya sebaris bertiga ya!.. fiuuhh untung kosong, jadi bisa duduk ber2 saja.. Serayu malam, satu2nya kereta yang memang tujuan purwokerto, kereta lainnya meneruskan perjalanan sampai Yogya. Kok pilih ekonomi? hmmm sisa itu saja.. kereta bisnis/eksekutif yg tersisa hanya untuk perjalanan siang/sore.  Kami kan harus menghemat cuti Iman, mengingat ini baru bulan April ^_^

Di kereta, saya berkenalan dengan teman baru, asli dari purwokerto, ke Jakarta untuk bekerja.  Setiap minggu pulang.. waaawww perjuangannya yaa.. Perempuan loh! semangat terus mba!

Kereta serayu ini kurang rekomen untuk melanjutkan perjalanan ke Dieng, mending pilih yang lain deh. Kereta lain yang tiba di Purwokertonya lebih pagi, agar tidak banyak waktu terbuang dijalan.  Kereta ini mengambil jalur berputar ke arah bandung dulu, tiba di Purwokerto jam 8 pagi.  Berdasarkan rekomendasi para blogger traveler, jam segitu sudah kesiangan!.  Dari depan stasiun lanjut naik angkot ke terminal kota, trus lanjut lagi naik bus ke wonosobo.  Alhamdulillah, didalam angkot semuanya memang penumpang kereta dan tujuan ke wonosobo-dieng.  Jadi bisa barengan terus.  Bareng2 juga nawar bus di stasiun purwokerto.  Sesampainya di terminal wonosobo sudah siang, tapi saya tidak menemukan pedagang makanan yang pas buat maksi.  Untungnya bekel, kfc, yang beli distasiun senen belum dimakan.

Di terminal wonosobo, kami berkenalan lagi dengan sepasang teman yang juga mau ke dieng.  Ini yang seru dari setiap couple travelling kami. Selalu berkesempatan untuk menjalin pertemanan baru.

Sampai di Dieng, kami langsung ke losmen bu djono, sebelumnya saya sudah telfon & sms dengan mas Kelik, pengelola losmen bu djono.  Kamar di losmennya full, tapi dia berjanji akan cariin kami kamar disekitar losmen dia.  Alhamdulillah sudah bertambah pasukan, jadi bisa sewa 1 rumah sangat mungil, ada 2 kamar, masing2 kamar mandiri didalam kamar, dan 1 ruang tamu yang hanya diisi 2 kursi, ada tv kecil juga.. lumayan, hanya 300rb loh, bagi 2 kan lumayan banget hematnya ^_^ tapi sayang, water heaternya rada eror… Sekalian juga kami sewa 2 motor matic untuk selama kami disana.

dieng

Setelah bersih2, kami langsung cuss ke Candi Arjuna, kemudian ke kawah sikidang.  Walau sudah sore dan sedikit rintik, kami tidak menunda untuk segera berwisata.. Beberapa candi dalam kawasan candi arjuna ini sedang direnovasi.  Tapi lokasi wisata ini sangat bersih loh!.. mungkin yang terbersih dari beberapa spot wisata yang pernah saya kunjungi.  Jangan bandingkan dengan spot wisata di jakarta yaa.. jaauuhhhhh…

candi arjuna

kompleks candi arjuna

Sampai kawah sikidang sudah maghbrib, jadi kami tidak bisa berlama-lama.  Semua pengunjung sudah berjalan menuju keluar.  Agak khawatir juga sih gelap2an di kawah ini.

kawah sikidang

kawah sikidang

Kami sempatkan makan malam di warung makan setempat, sembari ngobrol, berkenalan lebih lanjut dengan duet travel kami.  Sembari melingkari ‘tungku persahabat’, ngobrol dengan penghuni losmen lain yang esok subuh akan sama2 mengejar sunrise di sikunir.  Lupa kami kong kow sampai jam berapa, masuk kamar langsung tidur pulassss.. dingin bangetttt..

 

Jam 3 teng, sudah siap berangkat untuk mengejar sunrise di sikunir, tepat 18 April 2015.  Naik motor sewaan sampai danau cebong, parkir motor, lanjut mendaki.  Engga mendaki seperti hiking di gunung sih… lebih seperti meniti anak tangga alami.  Mungkin karena hari sabtu, jadi super ramai!… Engga bisa cape sebentar, langsung disuruh jalan atau super minggir agar yang dibelakng bisa lewat… Subhanallah, ini perdana saya jalan memasuki gunung dengan suasana segelap ini.  Walaupun sudah membawa senter, tetap saja saya ketakutan.  Saya memang takut dengan gelap, tapi saya sangat tidak menyangka ketakutan saya akan gelap, akan sekuat ini.  Biasanya hanya dengan cahaya dari hp cukup.  Jalan kami menjadi agak lambat, karena saya butuh waktu beberapa menit untuk menenangkan diri!… Akhirnya kami sampai dipuncak, tepat jam 5.  Berdesakan dipuncak sikunir seru juga ternyata.. Aaahh sayang si sunrise yang dikejar-kejar engga muncul, awan gelap malah datang… untuk saja tidak hujan.

sikunir

bukit sikunir, super ramai ^_^

mt prau dr sikunir

mt. prau dari bukit sikunir.. negeri diatas awan

There was nothing fancy on our 6th anniversary today… Just enjoying the ambiance and being grateful of what we have.. And the most important thing, we’re ready for the coming exciting years.. Terima kasih sayang, tetap menuntun saya naik, menikmati alam.  Si super penakut ini akhirnya merasakan juga jalan2 di hutan gelap!

telaga cebong

buah carica

– bersambung ya..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*